El Nino Lepas Gelombang Raksasa di Bawah Laut, RI Rasakan Dampaknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fenomena El Niño di Samudra Pasifik memicu gelombang Kelvin, yaitu denyut panas bawah laut yang bergerak membawa air hangat ke arah timur. Selain gelombang samudra, terdapat gelombang Kelvin atmosfer yang dapat memicu badai petir hingga siklon tropis. Pergerakan air hangat menjauhi Indonesia ini menyebabkan suhu permukaan laut di sekitar kepulauan menjadi lebih dingin, sehingga penguapan berkurang dan pembentukan awan hujan menurun.
Kondisi tersebut berdampak pada masa kemarau yang lebih kering dan panjang di Indonesia, meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan. Sementara itu, di Amerika Serikat, Pemerintah California menetapkan status darurat karena gelombang Kelvin diperkirakan menaikkan permukaan laut, yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir dan pengikisan pantai. Pola cuaca ini akan berbalik jika El Niño berubah menjadi La Niña, yang justru membawa air hangat kembali ke Indonesia dan memicu hujan lebat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 13.49
Tempuh 5.108 Km dari dari Medan-Sidrap, Inovasi Pertanian Ini Sabet Muri
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 06.49
Waspada Hujan Lebat Selasa Ini, Simak Daftar Wilayahnya
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 06.16
Bali Terdampak El Nino, Musim Hujan Diprediksi Mundur & Lebih Singkat, Waspada!
Berita terkait
Rekor Baru Musim Badai Atlantik: Fenomena Super El Nino Redam Badai Tropis
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.55
PBB Warning Bahaya, Teriak Bencana Luar Biasa Akan Datang ke Bumi
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 08.30
Duet Maut El Nino dan Emisi Manusia: Lautan Dunia Membara
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 11.29
Ilmuwan Kaget Lihat Ganasnya El Nino 2026
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 16.46