Sampah HP Bekas di Mana-Mana Bawa Bahaya, XLSmart Luncurkan Solusinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar ponsel bekas di Indonesia tengah berkembang pesat, bahkan mendominasi penjualan di mal-mal handphone dibanding ponsel baru. Fenomena cepatnya pengganti perangkat ini menimbulkan masalah sampah elektronik (e-waste) yang tidak dapat sembarangan dibuang. Menurut Merza Fachys, Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, banyak komponen elektronik seperti baterai, papan sirkuit, dan kabel mengandung logam berharga namun berpotensi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar. Komponen-komponen ini dapat mencemari lingkungan jika dibuang sembarangan.
Untuk menjawab isu tersebut, XLSmart bekerja sama dengan Remind meluncurkan program Bye Bye Box, sebuah mesin vending terbalik (reverse vending machine) pertama di Indonesia yang dirancang khusus untuk mengumpulkan perangkat elektronik bekas agar dapat diolah melalui jalur yang lebih bertanggung jawab. Program ini juga bertujuan mendukung prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dan keberlanjutan lingkungan.
ByeByeBox diluncurkan pada 14 September 2026 di Aula Timur ITB dan akan aktif hingga 28 September 2026 di area kampus. Selain sebagai titik pengumpulan, mesin ini juga berfungsi sebagai alat edukasi agaga masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan e-waste secara sirkular.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 14 September 2026 pukul 13.50
Buang Sampah Elektronik dapat Kuota XL sampai 1,5 GB, Ini Caranya
Berita terkait
Buang HP Bekas Bisa Dapat Kuota Internet Gratis, Begini Caranya
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 17.45
Wamenko Pangan: Pengelolaan Lingkungan Bukan Biaya, tapi Investasi
Detik.com · 14 September 2026 pukul 14.33
HP Bekas Jadi Pasar Secondary Terbesar di RI, XLSmart Bikin ByeByeBox
Detik.com · 14 September 2026 pukul 11.45
RI Soroti Ancaman Bencana Iklim, BRICS Diminta Tak Cuma Bahas Ekonomi
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 08.55