Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Schneider Electric Ungkap Risiko Arc Flash pada Data Center AI 800 VDC

Schneider Electric merilis studi pertama di industri yang menganalisis risiko arc flash pada arsitektur daya 800 VDC untuk data center AI. Arc flash adalah ledakan listrik yang menghasilkan panas ekstrem dan dapat melukai orang atau merusak peralatan, sehingga studi ini penting seiring pergeseran industri ke sistem 800 VDC untuk mendukung rak server AI yang mengonsumsi daya 400 kW atau lebih. Penelitian membandingkan dua arsitektur 800 VDC umum milik hyperscalers dan menemukan bahwa tingkat risiko sangat bergantung pada desain sistem, penempatan kapasitor, dan kecepatan perangkat proteksi dalam memutus gangguan. Kerangka kerja yang dihasilkan menawarkan panduan praktis untuk memahami karakteristik gangguan, menetapkan praktik kerja yang aman, dan merancang sistem proteksi yang efektif. Temuan menunjukkan bahwa risiko arc flash pada 800 VDC tetap dapat dikelola, bahkan pada skenario terburuk, dan sebanding dengan distribusi AC yang ada. Penggunaan perangkat lunak simulasi dan digital twin meningkatkan akurasi pemodelan risiko. Studi ini juga menyoroti tiga faktor keamanan utama: perilaku transien saat terjadi gangguan, penggunaan simulasi untuk analisis yang lebih tepat, dan pilihan desain seperti lokasi kapasitor serta perangkat pencegah arus balik. Schneider Electric telah menguji kemampuan live‑swap pada sistem 800 VDC untuk mendukung pemeliharaan yang aman, bertujuan membantu industri mengadopsi arsitektur daya baru ini seiring meningkatnya permintaan komputasi AI.

Berita terkait