Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Seberapa Bahaya Membawa Power Bank ke Pesawat?

Insiden power bank terbakar di pesawat semakin sering terjadi dan mengancam keselamatan penerbangan. Pada Juni 2025, jurnalis Ben Wodecki menyaksikan power bank penumpang menyala dan membakar kursi di penerbangan ke Las Vegas. Sebelumnya, Januari 2025, pesawat Air Busan terbakar di Bandara Gimhae, Korea Selatan, akibat power bank yang tertinggal di bagasi kabin. Data FAA mencatat 51 insiden baterai litium terkonfirmasi hingga 15 Juli, dan studi AS menyebut insiden semacam ini terjadi setiap minggu di penerbangan global.

Ahli baterai Pierre Kubiak dari National Physical Laboratory menjelaskan suhu perangkat yang terbakar bisa mencapai 700-1.000 derajat, dengan material plastik di dalamnya—bukan litium—yang menjadi bahan bakar utama. Sumber risiko terbesar berasal dari perangkat murah berkualitas rendah seperti power bank, vape, dan jam tangan pintar, ditambah penggunaan kabel cas tidak sesuai dan kecerobohan pengguna. IATA merespons dengan kampanye global "Travel Smart with Lithium Batteries".

Hingga kini belum ada alternatif baterai yang lebih terjangkau selain litium-ion; baterai sodium-ion ada tetapi harganya dua kali lipat lebih mahal. Otoritas penerbangan menekankan pentingnya menyimpan perangkat bertenaga baterai di kabin agar awak bisa merespons cepat—seperti menyiram air—jika terjadi overheat. Kesadaran penumpang menjadi kunci utama pencegahan.

Berita terkait