Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Silicon Valley Tak Lagi Menarik, Ilmuwan AI Lebih Pilih ke China

Laporan Carnegie China menunjukkan pergeseran signifikan dalam persaingan bakat AI global, dengan China unggul ati-as di AS. Pada 2024, China mempekerjakan 41 persen peneliti AI terkemuka, melampaui AS di 34 persen. Dibandingkan 2022, kontribusi peneliti AS turun 46 persen sementara China naik 27 persen. Kehadiran langsung di China memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi global melawan AS.

China juga mendominasi produksi lulusan sarjana AI, dengan 57 persen peneliti AI menamatkan studi di negeri Tirai Bambu, jauh di atas 13 persen yang belajar di AS. Para peneliti semakin memilih tetap berkarir di China didorong oleh peluang kerja lokal yang melimpah dan kompensasi kini sebanding dengan Silicon Valley. Dukungan perusahaan lokal seperti DeepSeek dan Moonshot AI juga memperkuat industri AI dalam negeri China.

AS tetap menjadi tujuan utama bagi peneliti AI China yang ingin berkarir di luar negeri, dengan peneliti AS yang lulusan sarjana dari China naik 4 persen. Namun, kedua negara memperketat pengawasan transfer teknologi dan risiko keamanan nasional, menciptakan hambatan mobilitas bagi warganegara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait