Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

SpaceX Kucurkan 1.771 Triliun untuk Bangun Roket Raksasa

SpaceX mengumumkan rencana membangun pusat peluncuran roket Starship bernama 'Starbase Louisiana' di pinggir Gulf Coast, Louisiana. Investasi yang disiapkan mencapai USD 100 miliar (Rp 1.771 triliun). Pusat ini tidak hanya berfungsi sebagai lokasi peluncuran, tetapi juga pabrik produksi roket Starship, sekaligus menjadi pusat operasional terbesar perusahaan. Konstruksi diperkirakan dimulai pada 2027 dengan peluncuran pertama targetkan pada 2029. Setelah selesai, fasilitas ini akan dilengkapi dengan lima kompleks peluncuran, masing-masing memiliki dua menara, sehingga total tersedia 10 landasan peluncuran. Setiap landasan juga dilengkapi pusat produksi bahan bakar roket.

Menurut Presiden SpaceX Gwynn Shotwell, Starbase Louisiana akan dikembangkan menjadi 'pelabuhan antariksa mandiri' dengan fasilitas lengkap seperti produksi bahan bakar, pembangkit listrik, pelabuhan laut, dan mungkin juga bandara. Lokasi dipilih karena akses mudah ke gas alam yang menjadi bahan bakar utama roket Starship. Fasilitas ini diharapkan mendukung ribuan peluncakan roket per tahun. Elon Musk sebelumnya memperkirakan Starship akan meluncur hingga 30 kali per hari pada 2030, setara dengan lebih dari 10.000 penerbangan tahunan.

Starship sendiri adalah roket generasi baru SpaceX yang masih dalam tahap pengembangan. Hingga kini telah melakukan belasan uji terbang, dengan uji coba ke-14 dijadwalkan pada September. Roket ini dirancang untuk mendukung misi antariksa manusia, termasuk pendaratan di Bulan dan kemudian ke Mars. Dalam waktu dekat, Starship akan digunakan untuk membawa astronot ke Bulan dalam kerangka misi Artemis NASA.

Berita terkait