Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Spin-off Tahap 2, InfraNexia Bidik Pasar Konektivitas Pusat Data AI

InfraNexia, hasil spin-off tahap kedua Telkom, fokus mengembangkan bisnis konektivitas antarpusat data (DC-to-DC) dan infrastruktur untuk kecerdasan buatan (AI). Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyatakan perusahaan sedang memetakan kebutuhan para hyperscaler untuk menentukan arah ekspansi jaringan, termasuk membuat peta panas kebutuhan AI. InfraNexia juga berencana meningkatkan pemanfaatan aset fiber optik yang masih rendah dengan membuka akses layanan bagi berbagai operator secara carrier-neutral.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd Rauf menekankan pentingnya modernisasi infrastruktur setelah pemindahan aset agar mampu mendukung pertumbuhan industri AI dan komputasi awan. Bisnis InfraNexia terdiri dari dua kelompok: layanan konektivitas jaringan wholesale dan layanan akses serat optik (FTTx), yang melayani pelanggan internal maupun eksternal Telkom Group. InfraNexia sudah mengoperasikan aset dari tahap pertama dan menargetkan ekspansi lebih lanjut.

Dari sisi keuangan, kontribusi pendapatan dari pelanggan eksternal InfraNexia mencapai di atas 15 persen pada semester I 2026, dengan pertumbuhan lebih dari 30 persen secara tahunan. Nilai aset yang dipisahkan dalam spin-off tahap kedua mencapai Rp49,9 triliun, meskipun ini merupakan nilai buku, bukan pendapatan langsung. InfraNexia tetap berada di bawah kendali Telkom dengan kepemilikan saham 99,9 persen. Pemisahan ini bertujuan meningkatkan pengelolaan bisnis, transparansi kinerja, dan peluang monetisasi aset.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait