Studi: Asap Kebakaran Hutan Tak Cuma Serang Paru-paru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tak hanya menyebabkan kabut asap dan pengurangan jarak pandang, tetapi juga membawa dampak kesehatan yang luas. Asap kebakaran mengandung partikel halus (PM2.5), nitrogen dioksida (NO2), ozon, hidrokarbon aromatik, dan logam berat seperti timbal. Partikel PM2.5 yang sangat kecil dapat masuk ke paru-paru dan bahkan meresap ke dalam aliran darah, sehingga memengaruhi tidak hanya sistem pernapasan tetapi juga organ lain di dalam tubuh. Penelitian menunjukkan paparan asap kebakaran dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke, serangan jantung, gangguan kardiovaskular, gangguan kognitif, dan depresi. Asap juga dapat menyebar hingga ratusan kilometer dari sumber kebakaran, bahkan memengaruhi wilayah seperti Sarawak di Malaysia. Kelompok rentan termasuk ibu hamil, anak-anak, lansia, penderita asma, dan orang dengan kanker. Studi memperkirakan sekitar 1,9 juta kematian berlebih akibat PM2.5 dari asap kebakaran dapat terjadi di Amerika Serikat selama periode 2026-2055 dalam skenario tertentu, menunjukkan skala risiko yang signifikan ketika paparan berlangsung luas dan berulang.
Bagikan
Berita terkait
Australia Ketok Aturan yang Paksa Meta, Google, Dkk Bayar Perusahaan M
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 21.00
Polisi Mulai Digantikan, Fenomena Baru di China Bikin Heboh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 21.00
Arab Saudi Caplok Raksasa Game Kebanggaan AS Seharga Rp 972 Triliun
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 20.50
Senjata Paling Dicari di Dunia Menganggur di Ladang Ukraina
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 20.45