Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Studi: Cerita Buatan AI Dinilai Lebih Berkualitas dari Tulisan Manusia

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Judgment and Decision Making menemukan bahwa cerita pendek buatan AI (khususnya ChatGPT) dinilai lebih menarik dan berkualitas dibandingkan tulisan manusia. Studi ini melibatkan 1.682 orang dewasa yang diminta membaca enam cerita pendek, di antaranya tiga ditulis manusia dan tiga oleh AI, dengan tema serupa. Peserta yang membaca cerita AI memberikan penilaian lebih tinggi terkait daya menyerap perhatian dan kualitas keseluruhan. Namun, cerita yang dilabeli sebagai karya manusia tetap mendapat penilaian lebih baik, meskipun sebenarnya ditulis AI. Hal ini menunjukkan adanya bias preferensi terhadap keaslian manusia dalam karya kreatif. Studi ini juga melibatkan dua eksperimen lanjutan dengan 905 peserta untuk menguji kemampuan mengidentifikasi asal asal cerita. Hasilnya menunjukkan sekitar 40-52% peserta berhasil membedakan cerita manusia dan AI, yang tidak jauh berbeda dari tebakan acak. Para peneliti menyimpulkan tidak ada bukti kuat bahwa orang umum mampu membedakan tulisan manusia dan AI secara andal. Namun, peserta yang lebih berpengalaman menggunakan AI cenderung lebih baik dalam mengenali gaya tulisan mesin ini. Deena Skolnick Weisberg, salah satu penulis studi dari Villanova University, menekankan bahwa temuan ini tidak berarti menulis harus sepenuhnya diserahkan kepada AI. Ia berargumen bahwa karya tulisan AI dan manusia saling melengkapi, dan proses kreativitas manusia tetap penting sebagai bentuk ekspresi diri. Studi ini juga mengungkapkan bahwa sikap seseorang terhadap AI memengaruhi penilaian terhadap cerita, dengan pendukung AI cenderung memberi nilai lebih tinggi pada karya buatan mesin.", "tags": ["kecerdasan buatan", "studies", "penilaian cerita", "chatgpt", "kreativitas"]}</arg_value></tool_call>

Berita terkait