Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Studi: Screen Time Berlebihan Memicu Pikiran Bunuh Diri Mahasiswa

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Boston University dan dipublikasikan di American Journal of Public Health menemukan adanya korelasi antara waktu menatap layar (screen time) yang berlebihan dengan meningkatnya pikiran bunuh diri di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan data dari Healthy Minds Network melibatkan sejumlah universitas AS seperti UCLA, University of Michigan, dan Wayne State University, dengan mayoritas partisipan berusia 18 hingga 25 tahun. Studi menunjukkan bahwa mahasiswa yang menghabiskan lebih dari tiga jam sehari untuk aktivitas daring nonakademik seperti bermain game, menjelajah internet, atau menggunakan media sosial memiliki risiko 45 persen lebih tinggi mengalami pikiran bunuh diri dibandingkan mereka yang penggunaannya lebih rendah. Selain itu, mahasiswa yang mengalami pelecehan atau perundungan daring memiliki kemungkinan 77 persen lebih tinggi mengalami hal yang sama. Peneliti juga menemukan bahwa hubungan ini paling kuat pada mahasiswa pria cisgender, di mana penggunaan internet lebih dari tiga jam sehari hampir menduakan kemungkinan munculnya pikiran bunuh diri. Di sisi lain, dampak negatif dari perundungan online terlihat pada berbagai kelompok gender. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, bunuh diri adalah penyebab kematian kedua terbesar di kalangan anak muda usia 10 hingga 24 tahun pada 2021, dengan lonjakan 62 persen sejak 2007. Peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan mental memasukkan kebiasaan digital dalam penilaian terhadap mahasiswa, mengingat ruang digital kini menjadi bagian penting dalam kehidupan akademis dan sosial mereka, namun juga dapat menimbulkan tekanan melalui perbandingan sosial, pengucilan, dan pelecehan.

Berita terkait