Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Survei Ungkap Populasi Orangutan Sumatera Turun Hampir 20 Persen

Kementerian Kehutanan mengumumkan hasil survei Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) 2023 yang menunjukkan populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii) turun 19,5% dalam 12 tahun, dari 14.394 ekor (2011) menjadi 11.694 ekor. Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) tersisa hanya sekitar 716 individu. Kedua spesies dikategorikan Critically Endangered. Penyebab utama penurunan adalah hilangnya dan terfragmentasinya habitat (94.399 hektare hutan hilang 2011-2023 akibat ekspansi perkebunan, infrastruktur, pertambangan, perambahan ilegal), konflik manusia-orangutan, perburuan, dan perdagangan ilegal. Laju reproduksi sangat lambat (betina melahirkan 1 anak per 7-9 tahun) memperparah kerentanan populasi. Peneliti IPB Dede Aulia Rahman menilai ini kondisi darurat konservasi; 76% variasi perubahan populasi dipengaruhi kehilangan hutan. Habitat hilang mendorong orangutan ke kebun/permukiman, memicu konflik dan pembunuhan. Pemerintah akan menyusun PHVA 2026 sebagai dasar pembaruan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK). Upaya terpadu diperlukan: hentikan kehilangan habitat penting, pulihkan koridor ekologis, tekan kematian akibat aktivitas manusia, dan perkuat kolaborasi multi-pihak.

Berita terkait