Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tak Takut AI, Bos Aplikasi 3D dari Indonesia Malah Punya Agen Pintar

Hasbi Asyadiq, co-founder dan CEO Assemblr Group, meyakini AI bukan ancaman tetapi peluang bagi perusahaan teknologi untuk beradaptasi. Di tengah pro dan kontra AI, Hasbi menegaskan bahwa perubahan teknologi adalah hal normal, dan perusahaan harus ikut beradaptasi agar tidak tertinggal. Assemblr, platform 3D dan AR berbasis AI, sudah memanfaatkan AI secara internal dan eksternal untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna.\n\nAssemblr mengembangkan agen AI bernama 'Perang Ajaib' yang terhubung ke Slack untuk menganalisis perilaku pengguna, mulai dari interaksi hingga konversi menjadi pelanggan berbayar. Agen ini menghasilkan laporan 24 jam yang membantu tim memahami pola penggunaan dan meningkatkan strategi pemasaran. Di sisi lain, AI juga digunakan untuk mengubah foto menjadi model 3D, lengkap dengan anotasi dan interaksi, sehingga pengguna tanpa latar belakang teknis dapat membuat konten 3D dan AR dengan mudah.\n\nHasbi juga menekankan pentingnya keamanan data dengan menjalankan model AI secara lokal di perangkat Apple berteknologi tinggi, seperti laptop dengan RAM 128 GB dan CPU hingga 40-core. Pendekatan ini memungkinkan pengolahan data sensitif tanpa perlu mengandalkan cloud eksternal. Filosofi pengembangan Assemblr terinspirasi dari Steve Jobs, yakni menyederhanakan teknologi rumit agar mudah digunakan oleh banyak orang.", "tags": ["ai", "assemblr", "teknologi 3d", "inovasi", "apple"]}\n

Berita terkait