Pandi Kembangkan Domain Beraksara Jawi, Bawa Warisan Nusantara ke Internet
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pandi bersama Pemerintah Aceh memulai pengembangan domain beraksara Jawi sebagai Internationalized Domain Name (IDN) untuk menyimpan warisan budaya Nusantara di internet. Rencana ini masih dalam tahap kajian teknis, kebahasaan, dan kebijakan global. Malaysia telah berhasil mengimplementasikan domain IDN ccTLD .مليسيا sebagai referensi. Penggunaan aksara non-Latin pada domain internet tidak baru, dan pengalaman Malaysia menjadi acuan. Pengembangan domain Jawi perlu melibatkan pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan praktisi agar aksara yang digunakan memiliki dasar kebahasaan yang kuat serta dapat diterima masyarakat. Pemerintah Aceh siap menindaklanjuti rencana ini melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk menyiapkan aspek regulasi. Pengembangan domain beraksara lokal juga berpotensi memperluas pasar ekonomi kreatif, terutama bagi karya tulis dan konten digital berbasis bahasa daerah. Domain beraksara non-Latin membutuhkan kajian teknis, konsistensi penulisan, penggunaan karakter Unicode, dan kesiapan Universal Acceptance agar dapat dikenali pada berbagai layanan digital.
Bagikan
Berita terkait
PANDI Ajak Pemprov Aceh Bawa Aksara Jawi Menembus Dunia Digital
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 00.21
Aksara Jawi Menuju Domain Internet, dari Warisan Sejarah Aceh ke Ranah Digital
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 09.00
RI, Singapura, Malaysia, Brunei Tiba-Tiba Kompak Usulkan Ini ke Unesco
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 17.30
PANDI dan Kemenekraf Berkolaborasi, Dorong IP Indonesia Go Digital
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 13.49