Tanaman Liar Ini Tumbuh Subur di RI Bisa Disulap Jadi Solar dan Avtur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tanaman nyamplung (Calophyllum inophyllum), spesies liar yang tumbuh subur di Indonesia dari Sumatra hingga Papua, memiliki potensi besar sebagai bahan bakar masa depan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan bahwa nyamplung dapat diolah menjadi biodiesel, bioavtur (Sustainable Aviation Fuel/SAF), dan biogasolin. Riset selama hampir 18 tahun menunjukkan tanaman ini memiliki rendemen minyak lebih dari 50%, tumbuh di lahan kritis, dan tidak bersaing dengan pangan manusia.
Pemanfaatan nyamplung mendukung ketahanan energi nasional dan memberikan manfaat lingkungan, seperti rehabilitasi lahan degradasi dan pengurangan emisi karbon. Limbah pengolahan dapat dimanfaatkan untuk biochar, kompos, pakan ternak, dan kosmetik, mendukung ekonomi sirkular. Pengembangan ini menjadi fokus kolaborasi riset BRIN-UGM melalui Webinar Nasional Mahasiswa PKR Biofuel Nyamplung 2026, yang menekankan pentingnya energi terbarukan di tengah tantangan global.
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kedaulatan energi Indonesia sambil berkontribusi pada target Net Zero Emission tahun 2060. Para ahli menekankan pengembangan berkelanjutan dengan memanfaatkan lahan terdegradasi tanpa mengorbankan hutan produktif, serta mendorong partisipasi generasi muda dalam riset biofuel berbasis sumber daya hayati lokal.
Bagikan
Berita terkait
Agrinas & Pertamina Garap Bahan Bakar Berbasis Singkong
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 16.17
Ternyata Panas Bumi Pasok 24% Kebutuhan Listrik Sulawesi Utara
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.00
Pertamina Ungkap Berbagai Strategi Wujudkan Ketahanan Energi Nasional
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 08.57
Indonesia Hydropower Summit Dorong Akselerasi PLTA sebagai Pilar Keandalan Sistem Kelistrikan
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.30