Agrinas & Pertamina Garap Bahan Bakar Berbasis Singkong
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Agrinas Palma Nusantara (APN) dan PT Pertamina Power Indonesia memperkuat kerja sama pengembangan biofuel nasional, mencakup bioetanol dari bahan baku singkong dan reaktivasi fasilitas biodiesel. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 yang menugaskan APN mendukung percepatan swasembada pangan dan energi.
Salah satu proyek utama adalah pengembangan kawasan budi daya singkong seluas 33.000 hektare di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kawasan itu diproyeksikan memasok kebutuhan pabrik bioetanol berkapasitas hingga 300 kiloliter per hari, didukung infrastruktur logistik berupa jetty sekitar 6,5 km dari lokasi serta akses sungai untuk tongkang hingga 5.000 ton. Lahan yang didominasi daratan memungkinkan penerapan budi daya mekanisasi modern untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional.
Kedua perusahaan akan menyusun studi kelayakan, pembagian peran, dan model bisnis guna mempercepat implementasi proyek. Direktur Utama APN Mohammad Abdul Ghani menargetkan proses dari studi hingga realisasi berjalan cepat untuk memperkuat pasokan energi terbarukan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 16.45
Potensi Energi Bersih RI Jumbo, Baru Terpakai 16,32 GW
ANTARA News · 29 Juli 2026 pukul 14.25
KESDM: Potensi EBT 3.687 GW buka ruang pengembangan energi bersih RI
Berita terkait
Tanaman Liar Ini Tumbuh Subur di RI Bisa Disulap Jadi Solar dan Avtur
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 13.15
Ternyata Panas Bumi Pasok 24% Kebutuhan Listrik Sulawesi Utara
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.00
Pertamina Ungkap Berbagai Strategi Wujudkan Ketahanan Energi Nasional
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 08.57
Indonesia Hydropower Summit Dorong Akselerasi PLTA sebagai Pilar Keandalan Sistem Kelistrikan
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.30