Tanda Gempa Besar Ditemukan di Bawah Ciremai, Ilmuwan Kaget
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan temuan aktivitas sesar di kaki Gunung Ciremai, yang mengindikasikan adanya tanda gempa besar di masa lalu. Tim peneliti menggunakan teknik LiDAR untuk memetakan struktur permukaan Bumi tanpa terhalang vegetasi, dan metode carbon dating untuk menentukan usia endapan. Hasilnya, ditemukan lapisan tanah berusia 22.000 tahun yang terletak di atas lapisan berusia 20.000 tahun, menunjukkan bahwa lapisan lebih tua terdorong ke atas oleh tekanan tektonik. Selain itu, bukti sesar normal pada endapan sekitar 16.000 tahun mengisyaratkan kemungkinan kejadian gempa bumi besar pada periode tersebut.
Penelitian ini juga berhasil membedakan endapan distal dan proximal Gunung Ciremai, dengan karakteristik yang berbeda. Endapan distal merupakan sedimen vulkanik basaltik sub-alkalin dengan kandungan besi tinggi, sementara endapan proximal didominasi batuan andestik basaltik. Perbedaan ini memerlukan kajian lebih lanjut untuk memahami hubungan antar keduanya.
Bagikan
Berita terkait
Ada Bahaya Tersembunyi di Rancaekek Bandung, Ini Penjelasannya
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 20.15
Megathrust Pecah, Pesisir Pangandaran Digulung Tsunami 8 Meter Lebih
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 15.45
Gempa NTT 2026 Magnitudo 7,7, Mengapa Tsunaminya Tak Sedahsyat 1992?
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 07.15
BRIN: Super El Nino Berpotensi Picu Kemarau Lebih Panjang
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 09.41