BRIN: Super El Nino Berpotensi Picu Kemarau Lebih Panjang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BRIN memperingatkan potensi fenomena Super El Nino pada 2026-2027 yang dapat memicu kemarau lebih panjang di Indonesia. Fenomena ini meningkatkan risiko tekanan panas ekstrem (WGBT) dan ancaman kebakaran hutan, terutama di wilayah Kalimantan dan Papua. Dampak kekeringan diproyeksikan berlanjut hingga periode 2027-2028 berdasarkan simulasi 14 model iklim NASA NEX-GDPP.
Data menunjukkan anomali suhu permukaan laut Pasifik Khatulistiwa mencapai 3,05 derajat Celsius, melampaui rekor tahun 2015. Terdapat peluang 75 persen bahwa peristiwa Oktober-Desember 2026 akan menjadi El Nino terkuat sejak 1950-an. Beberapa analisis bahkan memproyeksikan anomali suhu mencapai 4 derajat Celsius, tingkat yang belum pernah terjadi dalam satu milenium terakhir.
Bagikan
Berita terkait
Super El Nino 2026 Diprediksi Makin Ganas, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Detik.com · 27 Juli 2026 pukul 09.49
Pakar Sebut Potensi El Nino "Pecah" pada Oktober-Desember
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 12.30
Pentingnya Menjaga DAS untuk Mencegah Kekeringan Saat Kemarau
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 23.29
Super El Nino Ancam 451 Ribu Nyawa, Indonesia Terimbas
Detik.com · 24 September 2026 pukul 20.00