Tanda Kiamat Muncul di Batang Pohon, Pakar Beri Peringatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peneliti dari University of Cambridge dan beberapa universitas lain menganalisis lingkaran pertumbuhan (cincin) pada batang pohon untuk merekonstruksi catatan suhu Bumi selama 2.000 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan tahun 2023 menjadi periode terpanas dalam kurun waktu tersebut, dengan musim panas 2,07 derajat Celsius lebih panas dibandingkan rata-rata tahun 1850-1900. Catatan ini mengungguli metode pengukuran konvensional yang digunakan selama ini.
Temuan ini juga mengoreksi data Perjanjian Paris 2015 yang menetapkan kenaikan suhu global sebesar 1,52 derajat Celsius. Berdasarkan analisis batang pohon, suhu aktual tahun 2023 ternyata mencapai 2,2 derajat Celsius di atas rata-rata masa pra-industri. Data menunjukkan suhu ekstrem lain dalam sejarah, seperti tahun 536 yang merupakan periode terdingin dengan musim panas 3,93 derajat Celsius lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Para peneliti, termasuk Ulf Buntgen dan Jan Esper, memperingatkan bahwa tren pemanasan akan terus berlanjut tanpa upaya besar-besaran dalam pengurangan emisi gas rumah kaca. Pemanasan saat ini diperparah oleh fenomena El Nino yang memicu gelombang panas dan kekeringan berkepanjangan.
Bagikan
Berita terkait
Ilmuwan Uji Wol Domba untuk Perlambat Pencairan Gletser
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.44
Petaka Hantam AS, Musim Panas 2026 Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 06.30
Dari Laut yang Menghangat hingga Es yang Runtuh
Detik.com · 1 September 2026 pukul 17.36
Satelit Tangkap Retaknya Es Greenland, Terbesar Sejak Lebih dari Dekade Terakhir!
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 12.30