Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tanda Kiamat Muncul di Batang Pohon, Pakar Beri Peringatan

Peneliti dari University of Cambridge dan beberapa universitas lain menganalisis lingkaran pertumbuhan (cincin) pada batang pohon untuk merekonstruksi catatan suhu Bumi selama 2.000 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan tahun 2023 menjadi periode terpanas dalam kurun waktu tersebut, dengan musim panas 2,07 derajat Celsius lebih panas dibandingkan rata-rata tahun 1850-1900. Catatan ini mengungguli metode pengukuran konvensional yang digunakan selama ini.

Temuan ini juga mengoreksi data Perjanjian Paris 2015 yang menetapkan kenaikan suhu global sebesar 1,52 derajat Celsius. Berdasarkan analisis batang pohon, suhu aktual tahun 2023 ternyata mencapai 2,2 derajat Celsius di atas rata-rata masa pra-industri. Data menunjukkan suhu ekstrem lain dalam sejarah, seperti tahun 536 yang merupakan periode terdingin dengan musim panas 3,93 derajat Celsius lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Para peneliti, termasuk Ulf Buntgen dan Jan Esper, memperingatkan bahwa tren pemanasan akan terus berlanjut tanpa upaya besar-besaran dalam pengurangan emisi gas rumah kaca. Pemanasan saat ini diperparah oleh fenomena El Nino yang memicu gelombang panas dan kekeringan berkepanjangan.

Berita terkait