Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Dari Laut yang Menghangat hingga Es yang Runtuh

Banjir besar di Nepal pada 26 Agustus 2026 tidak disebabkan hujan ekstrem, melainkan runtuhnya gletser dari ketinggian 5.200 meter. Citra satelit dan data seismik mengidentifikasi bahwa es dan batu meluncur lebih dari satu kilometer, memicu longsoran es serta menutup Sungai Lhende Khola. Institusi Italia (INGV) menjelaskan bendungan alami runtuh melepaskan massa besar menuju hilir. Peristiwa ini menunjukkan efek pemanasan global di laut dan pegunungan. Laut menyerap 18 kali energi manusia setiap tahun, dengan gelombang panas laut meliputi lebih dari 10 juta km² pada Q3 2025. Pemanasan laut memperkuat penguapan, meningkatkan hujan ekstrem dan intensitas siklon, contohnya Siklon Senyar 2025 di Selat Malaka yang menghasilkan hujan lebat di lebih dari 10 juta orang Indonesia dan Malaysia. Di Himalaya, gletser mengalami penyusutan akibat suhu naik, mengubah stabilitas lereng dan memicu risiko longsor es. Meski belum pasti pemanasan langsung menyebabkan runtuh gletser Nepal, perubahan iklim secara keseluruhan mengubah sistem alam dengan cara yang tidak terduga.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait