Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Teknologi AI Bisa Ancam Profesi Fotografer, Masa Sih?

Kemajuan teknologi AI image generator seperti ChatGPT, Gemini, dan DeepAI yang memungkinkan siapa saja membuat gambar visual hanya dengan prompt teks, sempat memicu kekhawatiran akan ancaman terhadap profesi fotografer. Menanggapi hal ini, Afif Nur Efendi, fotografer profesional dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, menyatakan ia tidak merasa terancam dan justru melihat AI sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi. Ia membandingkan perkembangan AI dengan evolusi kamera dari masa ke masa, menekankan bahwa tujuannya adalah mempermudah pekerjaan manusia.

Afif memanfaatkan AI untuk mempercepat tahapan pra-produksi seperti pembuatan moodboard, pencarian referensi visual, dan perencanaan konsep pemotretan. Dengan demikian, ia dapat lebih fokus pada eksekusi proyek dan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat untuk klien. Namun, ia juga menyampaikan kekhawatiran terkait tren gambar AI yang terlalu sempurna secara visual namun kurang mampu menyampaikan makna dan emosi yang ditangkapi oleh karya fotografi hasil bidikan manusia.

Menurut Afif, fotografi yang baik tidak hanya dinilai dari ketajaman, pencahayaan, atau komposisinya, tetapi juga dari kemampuan menangkap momen dan emosi nyata. Ia menekankan pentingnya menggunakan AI secara proporsional agar karya tidak kehilangan nilai seninya. Pengalamannya di berbagai genre fotografi, termasuk human interest, komersial, fashion, dan dokumenter, membawanya menjadi Co-Founder dan Creative Director di PT Temara Media Republik bersama rekan-rekannya Tedja Somantri dan Rai Tedja Sukmana.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait