Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Terekam Google Earth: Skala Kehancuran Gaza yang Mengguncang Nalar

Google Earth memperbarui citranya yang menunjukkan skala kehancuran luas di Gaza setelah aksi militer Israel. Hampir seluruh perumahan, rumah sakit, sekolah, dan bangunan di wilayah 365 km persegi terpaksa hancur. Pemerintahan Israel menolak akses bagi jurnalis asing, penyelidik independen, dan kelompok HAM untuk memasuki Gaza. Seorang jurnalis The Independent melaporkan puing-puing hangus menyisakan Gaza seperti abu dan reruntuhan. PBB menyerukan akses penyelidik internasional untuk mendokumentasikan dugaan pelanggaran, seiring ditemukannya sisa-sisa jasad manusia di balik puing-puing.

Laporan PBB mengungkapkan Gaza sedang mengalami krisis ekonomi terburuk dalam sejarah. 90 persen warga Palestina usia kerja kini menganggur, sementara PDB per kapita tahunan anjlok menjadi USD 212 (setara USD 0,58 per hari). Hanya 1,5 persen lahan subur yang dapat diakses warga, dengan aktivitas pertanian dan industri mengalami penurunan hingga 94 persen. WHO memperkirakan 90 persen rumah sakit rusak atau hancur, dan UNOSAT melaporkan 82 persen bangunan serta lebih dari 90 persen unit perumahan rusak atau hancur.

Diperkirakan terdapat 60 juta ton puing-puing tersebar di seluruh Gaza akibat pengeboman Israel. Palang Merah melaporkan hanya satu ekskavator berfungsi penuh untuk membersihkan puing-puing tersebut, sementara ribuan orang diperkirakan terkubur di bawahnya. Tim bukti forensik Gaza melaporkan kurangnya pengujian DNA menyebabkan ratusan jenazah tidak teridentifikasi, dengan 1.129 jenazah berhasil dievakuasi namun dibiarkan tanpa nama. Para ahli memperkirakan pembersihan puing-puing dapat memakan waktu puluhan tahun, atau sekitar tujuh tahun jika sumber daya yang tepat dikerahkan. Awal bulan ini, setidaknya 21 orang tewas termasuk delapan anak ketika sebuah bangunan runtuh menimpa keluarga yang berlindung di dalamnya.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait