Terungkap Taktik Pengusaha Bayar Rp 5 Triliun Amankan Kursi DPR
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menjelang Pemilihan Umum Paruh Waktu Amerika Serikat tahun ini, para pengusaha dan perusahaan teknologi AS menggelontorkan dana besar untuk mendukung kandidat di parlemen. Sektor kripto menjadi penyumbang terbesar dengan total US$189 juta atau sekitar Rp3,3 triliun, meningkat dari pemilu sebelumnya. Penyumbang utama termasuk Andreessen Horowitz, Ripple Labs, dan Coinbase. Selain kripto, sektor kecerdasan buatan (AI) dan raksasa teknologi lain berkontribusi, dengan total keseluruhan dana mencapai US$294 juta atau Rp5,2 triliun.
Dana-dana ini dihimpun melalui Komite Aksi Politik (PAC) seperti Fairshake, yang menerima US$82 juta untuk mendukung kandidat pro-kripto. Dukungan finansial ini berhasil mendorong regulasi menguntungkan industri kripto, termasuk pengesahan undang-undang untuk kerangka kerja stablecoin. Namun, RUU penting seperti Clarity Act masih tertahan di Senat, dengan analis memprediksi peluang disahkan semakin kecil jika tidak lolos tahun ini karena penolakan dari Partai Demokrat.
Bagikan
Berita terkait
Daftar 23 Anggota Panja RUU Pemilu, Mulai Susun Jadwal Pekan Depan
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 08.09
Parpol Koalisi Diam Saja Tak Bela Gibran Saat Diserang Ijazah SMA oleh Denny Indrayana, Begini Reaksi Jokowi...
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 20.36
Oposisi Israel Bentuk 3 Tim Kerja untuk Lengserkan Netanyahu dan Bentuk Pemerintahan Zionis
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 07.07
Munas X AMPI Munculkan Calon Tunggal Ketum, Sekjen Golkar Nilai Sebagai Kedewasaan Politik
JawaPos · 30 September 2026 pukul 04.16