Terungkap Taktik Pengusaha Bayar Rp 5 Triliun Amankan Kursi DPR
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menjelang Pemilihan Umum Paruh Waktu Amerika Serikat tahun ini, para pengusaha dan perusahaan teknologi AS menggelontorkan dana besar untuk mendukung kandidat di parlemen. Sektor kripto menjadi penyumbang terbesar dengan total US$189 juta atau sekitar Rp3,3 triliun, meningkat dari pemilu sebelumnya. Penyumbang utama termasuk Andreessen Horowitz, Ripple Labs, dan Coinbase. Selain kripto, sektor kecerdasan buatan (AI) dan raksasa teknologi lain berkontribusi, dengan total keseluruhan dana mencapai US$294 juta atau Rp5,2 triliun.
Dana-dana ini dihimpun melalui Komite Aksi Politik (PAC) seperti Fairshake, yang menerima US$82 juta untuk mendukung kandidat pro-kripto. Dukungan finansial ini berhasil mendorong regulasi menguntungkan industri kripto, termasuk pengesahan undang-undang untuk kerangka kerja stablecoin. Namun, RUU penting seperti Clarity Act masih tertahan di Senat, dengan analis memprediksi peluang disahkan semakin kecil jika tidak lolos tahun ini karena penolakan dari Partai Demokrat.
Bagikan
Berita terkait
PSI Soal Wacana Pemisahan Pileg-Pilpres: Inkonsistensi Pembuat UU
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 03.00
Dibilang Enggak Beradab sama Raja Juli Antoni, Denny Indayana Menimpali: Saya Bingung di Kepala Beliau
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 18.15
PSI soal PT 7%: NasDem Gak Lolos, Tak Banyak yang Sedih, tapi Suara Terbuang
kumparan · 25 September 2026 pukul 13.21
Hasil Survei: Rakyat Tahu Gerindra Lihat Prabowo, PDIP Lihat Mega, Demokrat karena SBY, Golkar karena Pohon Beringin
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 19.20