Terungkap Taktik Pengusaha Bayar Rp 5 Triliun Amankan Kursi DPR
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menjelang Pemilihan Umum Paruh Waktu Amerika Serikat tahun ini, para pengusaha dan perusahaan teknologi AS menggelontorkan dana besar untuk mendukung kandidat di parlemen. Sektor kripto menjadi penyumbang terbesar dengan total US$189 juta atau sekitar Rp3,3 triliun, meningkat dari pemilu sebelumnya. Penyumbang utama termasuk Andreessen Horowitz, Ripple Labs, dan Coinbase. Selain kripto, sektor kecerdasan buatan (AI) dan raksasa teknologi lain berkontribusi, dengan total keseluruhan dana mencapai US$294 juta atau Rp5,2 triliun.
Dana-dana ini dihimpun melalui Komite Aksi Politik (PAC) seperti Fairshake, yang menerima US$82 juta untuk mendukung kandidat pro-kripto. Dukungan finansial ini berhasil mendorong regulasi menguntungkan industri kripto, termasuk pengesahan undang-undang untuk kerangka kerja stablecoin. Namun, RUU penting seperti Clarity Act masih tertahan di Senat, dengan analis memprediksi peluang disahkan semakin kecil jika tidak lolos tahun ini karena penolakan dari Partai Demokrat.
Bagikan
Berita terkait
Pendiri Google Gelontorkan Dana Rp 1,7 T Demi Lawan Aturan ‘Pajak Orang Kaya’
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 14.30
Malaysia Panas, Pemerintah PM Anwar Ibrahim Terancam 'Pecah'
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 14.30
2 Target Politik Golkar: Kawal Prabowo-Gibran, Kursi Legislatif Harus Bertambah
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 21.30
Jokowi Tegaskan Target PSI di 2029 Lebih Besar dari Sekadar Lolos ke Senayan
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 19.20