Tips aman mengontrol HP anak di era serba digital
ANTARA News± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Memberikan ponsel kepada anak kini umum, namun internet menyimpan risiko seperti konten kekerasan, pornografi, cyberbullying, dan penipuan. UNICEF memperingatkan AI semakin digunakan untuk membuat gambar seksual palsu terhadap anak, dengan studi menunjukkan 1,2 juta anak menjadi korban manipulasi gambar menjadi deepfake seksual dalam satu tahun. Orang tua perlu mengenali aktivitas anak di internet melalui percakapan terbuka, bukan pemeriksaan diam-diam, serta mengajarkan literasi digital agar anak memahami risiko dan cara menjaga privasi.
Bagikan
Berita terkait
Cara membedakan foto dan video AI dari konten asli
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 19.28
PP ISNU Gelar Pelatihan Literasi Digital, Dorong Kadernya Makin Melek AI
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 17.10
Apa itu deepfake dan bagaimana cara mengenalinya?
ANTARA News · 6 Oktober 2026 pukul 15.10
Duta Antihoaks Jakarta 2026 Siapkan Anak Muda Hadapi Hoaks di Era AI
CNN Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 12.51