Cara membedakan foto dan video AI dari konten asli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perkembangan AI generatif membuat foto dan video semakin realistis, sehingga masyarakat perlu lebih teliti dalam memverifikasi konten. Cara awal adalah memeriksa detail visual yang tidak wajar seperti bentuk jari atau ekspresi wajah, serta melakukan pencarian gambar terbalik untuk mengecek konteks asli foto tersebut.
Selain aspek visual, verifikasi dapat dilakukan melalui pemeriksaan sumber unggahan, metadata, watermark digital seperti SynthID, serta teknologi Content Credentials. Masyarakat diingatkan untuk tidak bergantung sepenuhnya pada AI detector dan tetap waspada terhadap video deepfake tokoh publik. Keaslian visual tidak menjamin kebenaran informasi, karena foto asli sering kali digunakan dengan konteks yang menyesatkan.
Bagikan
Berita terkait
Dewan Profesor Atma Jaya dan Komdigi Soroti Tantangan AI bagi Jurnalisme
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 10.30
Sri Sultan HB X Jadi Korban Deepfake, Promosikan Investasi Bodong
kumparan · 10 September 2026 pukul 22.36
Ribuan Warga RI Ketipu AI!
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.55
Hak Pilih di Era Deepfake: Siapa Menjamin Kedaulatan Rakyat?
Detik.com · 6 September 2026 pukul 10.10