Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tombol Komputer Eror Picu Nuklir Meledak, 60.000 Orang Tewas

Bencana nuklir Chernobyl terjadi pada 26 April 1986 saat tim Uni Soviet melakukan uji coba pendinginan reaktor. Uji coba ini bertujuan menguji kemampuan turbin dalam memasok air pendingin ke inti reaktor secara terus-menerus. Namun, beberapa faktor menyebabkan kegagalan fatal: tenaga reaktor hanya 200 megawatt (jauh di bawah minimum 700 megawatt), pejabat seperti Deputi Kepala Teknisi Dyatlov ngotot tes tetap dilakukan meski teknisi sudah menyerah, dan Kepala Teknisi Fomin mengabaikan kondisi reaktor yang sebenarnya.

Ketika generator menurun drastis dan suhu inti reaktor melonjak, teknisi menekan tombol SCRAM untuk menghentikan reaktor. Namun tombol tersebut tidak berfungsi karena tak pernah dicek. Reaktor akhirnya panas hingga 3.000 derajat Celcius dan meledak dahsyat. Banyak warga yang masih tertidur saat radiasi meluas dan terpapar radiasi super tinggi yang bahkan tak bisa diukur oleh alat deteksi saat itu.

Dampak bencana ini luar biasa besar. BBC mencatat 90.000 orang tewas akibat radiasi dalam jangka panjang, sementara 600.000 orang terpapar radiasi. Radiasi terdeteksi mencapai jarak 200.000 km hingga Eropa. Wilayah Chernobyl sendiri diperkirakan tak bisa dihuni manusia hingga 20.000 tahun ke depan. Meskipun narasi populer menyebut bencana dipicu 'tombol komputer error', penyelidikan menunjukkan penyebabnya jauh lebih kompleks, yakni gabungan kesalahan manusia, desain reaktor yang cacat, dan kegagalan prosedur keselamatan.

Berita terkait