UGM Kembangkan AI untuk Skrining Kanker Serviks
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan kecerdasan buatan (AI) untuk skrining kanker serviks berdasarkan masalah nyata di masyarakat. Rektor UGM, Prof Ova Emilia, menyatakan riset AI dimulai dari pengamatan tantangan masyarakat, bukan semata teknologi, saat peluncuran UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center. Rendahnya cakupan pemeriksaan kanker serviks di Indonesia, kurang dari 3 persen karena rasa malu, mendorong gagasan menggunakan sampel urine untuk skrining, mirip tes kehamilan, agar lebih mudah diakses. Metode ini dianggap terobosan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. UGM memberikan payung penelitian yang mendukung kebijakan pemerintah, mendorong peneliti dan mahasiswa mencari solusi berdasarkan kebutuhan prioritas, menunjukkan inovasi AI lahir dari isu kesehatan masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 09.06
UGM Akan Bikin AI Pendeteksi Kanker Serviks
kumparan · 13 Agustus 2026 pukul 19.30
Indosat - Nvidia Buka NVAITC di UGM, AI Center Berbasis Kampus Pertama di RI
Berita terkait
Komdigi, UGM, Indosat, NVIDIA Luncurkan Pusat Teknologi AI Pertama di RI
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.55
Indosat Ungkap Jalur Komersialisasi Riset AI di UGM
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.31
Di PBB, Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Perlindungan 70 Juta Anak Indonesia di Tengah Pesatnya AI
JawaPos · 27 September 2026 pukul 12.30
7 Hari 'Berkelana' Melihat Langsung China Membangun Masa Depan
CNN Indonesia · 27 September 2026 pukul 08.06