Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

UGM Akan Bikin AI Pendeteksi Kanker Serviks

Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi kanker serviks. Riset ini dipimpin langsung oleh Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, dan diumumkan dalam acara peluncuran UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) di Yogyakarta pada Kamis (13/7). Tujuannya adalah menciptakan metode skrining kanker serviks yang non-invasif, murah, dan lebih privat bagi perempuan Indonesia.

Prof. Ova menyoroti bahwa hambatan terbesar penanggulangan kanker serviks di Indonesia bukan sekadar ketersediaan alat medis atau biaya, melainkan faktor psikologis dan sosiokultural. Banyak perempuan merasa malu menjalani prosedur skrining konvensional yang dianggap mengintimidasi. Akibatnya, cakupan skrining kanker serviks di Indonesia masih di bawah 3 persen. Solusi yang dikembangkan berupa pendeteksian melalui sampel urine, mirip dengan kemudahan tes kehamilan mandiri, sehingga diharapkan bisa meningkatkan minat skrining masyarakat.

Selain itu, Indosat Ooredoo Hutchison, NVIDIA, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta UGM secara bersamaan meluncurkan NVAITC sebagai pusat teknologi AI berbasis universitas pertama di Indonesia. Pusat ini menjadi bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence yang mengakselerasi penelitian AI terapan melalui kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait