Warga AS Mulai ‘Alergi’ AI, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256641/original/069022000_1750245668-jackson-sophat-TQ3SgrW9lkM-unsplash.jpg)
Warga Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya antusias terhadap kecerdasan buatan (AI) kini menunjukkan penolakan yang semakin tajam. Jajak pendapat terbaru dari Bentley University dan Gallup menemukan bahwa proporsi warga dewasa AS yang menilai AI membawa lebih banyak dampak buruk daripada manfaat meningkat dari 31 persen pada 2025 menjadi 39 persen pada 2026. Sebaliknya, hanya 9 persen responden yang masih percaya AI memberikan lebih banyak manfaat. Menariknya, penolakan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya pemahaman publik: 70 persen responden mengaku cukup atau sangat paham soal AI, naik 6 persen dibanding 2024.
Penolakan tidak hanya terjadi di ranah digital, tetapi juga menyentuh infrastruktur fisik. Survei Politico menunjukkan 41 persen warga AS menentang pembangunan pusat data dalam radius lima kilometer dari pemukiman mereka, melonjak dari 28 persen pada Januari 2026. Dalam periode enam bulan, dukungan terhadap pembangunan pusat data juga merosot hingga 13 persen. Guru Besar Etika dari Carnegie Mellon University, Derek Leben, menilai keraguan terhadap AI kini merembet ke ranah sosial, memicu rasa curiga dan penghakiman moral, terutama di industri kreatif. Contohnya, Carla Milan, warga New York City, mengaku geram melihat kerabatnya menggunakan AI secara refleks tanpa memikirkan dampak sosial dan lingkungan. Tantangan industri AI kini bukan hanya mengembangkan algoritma, tetapi meyakinkan publik yang semakin kritis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 10.39
Apakah Kimi K3 Buatan Moonshot Jadi Ancaman Serius AS?
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 21.00
Terungkap, Senjata Super Canggih China Ternyata Buatan Amerika
Berita terkait
Produk China Ramai Diserbu Perusahaan AS, Begini Respons Xi Jinping
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 19.40
Ini Dia 'Sosok Pengganti' Debt Collector
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 11.30
Kenapa Iran Mulai Serang Pusat Data AI Milik Amerika?
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 18.25
Tarif Listrik Naik Gila-gilaan Demi AI, Rakyat Kecil Bayari Orang Kaya
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 08.30