Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Terungkap, Senjata Super Canggih China Ternyata Buatan Amerika

Lembaga riset dan militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China kedapatan memanfaatkan model kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat (AS) seperti OpenAI dan Anthropic untuk pengembangan alutsista dan sistem pertahanan domestik. Temuan ini muncul dari tinjauan Reuters terhadap lebih dari 80 dokumen akademik dan paten Tiongkok. China menggunakan teknik 'distilasi model' untuk mengekstraksi logika dan output dari model AI raksasa AS guna melatih model AI lokal yang lebih kecil dan terjangkau. Dengan demikian, PLA tidak perlu membangun AI frontier dari nol yang membutuhkan biaya raksasa dan sumber daya komputasi intensif yang saat ini terbatas akibat sanksi AS.

Teknik distilasi ini memungkinkan China mengakali kendala ekspor dan sanksi teknologi yang ketat dari Washington. Model AI hasil distilasi ini digunakan dalam berbagai sektor militer strategis, termasuk pengenalan gambar, analisis data, dan simulasi operasional. Para ahli mencatatkan bahwa meskipun efisien secara biaya, model hasil distilasi tidak sehebat model induk aslinya dan hanya mewarisi sebagian kemampuan spesifik.

Tegangan geopolitik semakin membesar seiring temuan ini. Pihak AS menuding China melakukan ekstraksi tanpa izin yang melanggar hak kekayaan intelektual dan mengabaikan kontrol ekspor. Anthropic menegaskan tidak memberikan akses komersial ke China dan memperingatkan bahwa model hasil distilasi dapat kehilangan perlindungan keamanan. China dan startup AI lokal seperti Moonshot membantah tuduhan ini, menyatakan bahwa pengembangan AI mereka merupakan inovasi mandiri.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait