Zuckerberg Terus Bakar Uang Demi AI, Pakar Ingatkan Metaverse
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Saham Meta anjlok hingga 11% setelah investor menunjukkan kekhawatiran atas besarnya pengeluaran perusahaan untuk proyek kecerdasan buatan (AI). Dalam laporan keuangan kuartal II, Meta mencatat pendapatan naik 28% menjadi USD 61 miliar dibandingkan tahun lalu, namun laba justru turun 14% menjadi USD 6 miliar. Arus kas bebas Meta hanya USD 784 juta, level terendah dalam lima tahun terakhir, karena hampir seluruhnya terserap oleh belanja infrastruktur AI.
Meta menaikkan rencana belanja tahun ini menjadi USD 130-145 miliar, naik dari USD 125 miliar yang direncanakan tiga bulan lalu. Analis Forrester, Mike Proulx, membandingkan situasi ini dengan kegagalan proyek Metaverse Meta, di mana perusahaan menghabiskan puluhan miliar dolar untuk pengalaman VR yang ternyata kurang diminati pengguna. Proulx memperingatkan bahwa investor harus menilai apakah inisiatif AI Meta merupakan diversifikasi atau sekadar pengalihan fokus.
Di sisi lain, CEO Mark Zuckerberg tetap optimistis. Ia menyatakan bahwa model AI Meta sudah mendorong interaksi di Instagram dan Facebook serta membantu usaha kecil membuat iklan. Zuckerberg juga mengumumkan pengembangan agen AI, yaitu chatbot yang dapat beroperasi secara otonom 24 jam. Selain itu, Meta berencana menjual model AI dan alat komputasi kepada perusahaan lain, dimulai dengan mempermudah integrasi model AI Muse Spark milik mereka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 16.30
AS-China Minggir, Muncul Calon Raja Baru AI-Mau Bangun 7 Gigafactory
Berita terkait
Meta Uji Fitur Scam Alert Berbasis AI di WhatsApp untuk Cegah Penipuan
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 10.36
Tak Mau Kalah dari OpenAI, Meta Klaim AI Canggihnya Lepas Kendali dan Retas Sistem
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 14.10
Meta Disorot, Puluhan Iklan Bermuatan Pelecehan Seksual Anak Buatan AI Lolos Tayang
JawaPos · 7 Agustus 2026 pukul 02.00
Saham BYAN Melejit 20% di Tengah Kabar Rencana Akuisisi oleh Haji Isam
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 19.00