AS-China Minggir, Muncul Calon Raja Baru AI-Mau Bangun 7 Gigafactory
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Uni Eropa menjadi pesaing baru dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI) global melawan AS dan China. Komisi Eropa mengumumkan pendanaan sebesar 10 miliar euro (Rp 207,4 triliun) untuk membangun tujuh pabrik raksasa AI (gigafactory) di seluruh kawasan blok tersebut. Jumlah ini bertambah dari rencana awal yang hanya lima gigafactory. Fasilitas tersebut akan menampung prosesor AI canggih, software, teknologi cloud, konektivitas berkecepatan tinggi, dan pusat data, serta akan menambah 19 pabrik AI yang sudah ada di berbagai negara anggota Uni Eropa.
Proses tender untuk proyek ini ditutup pada 12 November 2026, dengan pengumuman hasil tender direncanakan pada awal 2027. Pabrik AI mulai beroperasi dalam 18 bulan setelah kontrak ditandatangani. Pendanaan ini diharapkan menarik investasi swasta senilai 20 miliar euro (Rp 415 triliun). Raksasa teknologi dunia seperti AMD, Nvidia, dan Qualcomm telah menjalin kerja sama dengan Komisi Eropa dengan menandatangani komitmen penyediaan chip untuk proyek gigafactory ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 11.15
Zuckerberg Terus Bakar Uang Demi AI, Pakar Ingatkan Metaverse
Berita terkait
Dunia Dalam Bahaya Besar Gara-Gara Amerika, Eropa Langsung Bertindak
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 19.20
Narasi dan tvOne Jadi Potret Dua Jalan Adopsi AI di Media Indonesia
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 04.50
Teknologi AI Bantu Deteksi Dini dan Personalisasi Perawatan Rambut Rontok
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 03.55
Uni Eropa Siapkan 'Mata dari Langit' untuk Bantu Cari Korban Gempa Indonesia
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 19.44