Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS-China Minggir, Muncul Calon Raja Baru AI-Mau Bangun 7 Gigafactory

Uni Eropa menjadi pesaing baru dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI) global melawan AS dan China. Komisi Eropa mengumumkan pendanaan sebesar 10 miliar euro (Rp 207,4 triliun) untuk membangun tujuh pabrik raksasa AI (gigafactory) di seluruh kawasan blok tersebut. Jumlah ini bertambah dari rencana awal yang hanya lima gigafactory. Fasilitas tersebut akan menampung prosesor AI canggih, software, teknologi cloud, konektivitas berkecepatan tinggi, dan pusat data, serta akan menambah 19 pabrik AI yang sudah ada di berbagai negara anggota Uni Eropa.

Proses tender untuk proyek ini ditutup pada 12 November 2026, dengan pengumuman hasil tender direncanakan pada awal 2027. Pabrik AI mulai beroperasi dalam 18 bulan setelah kontrak ditandatangani. Pendanaan ini diharapkan menarik investasi swasta senilai 20 miliar euro (Rp 415 triliun). Raksasa teknologi dunia seperti AMD, Nvidia, dan Qualcomm telah menjalin kerja sama dengan Komisi Eropa dengan menandatangani komitmen penyediaan chip untuk proyek gigafactory ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait