Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

1 Juta Sarjana Menganggur di Tengah Disrupsi Teknologi

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per Mei 2026, jumlah penganggur berlatar belakangan sarjana di Indonesia mencapai 1.033.182 orang, menyumbang 14,31 persen dari total penganggur usia kerja yang mencapai 7,22 juta orang. Lonjakan ini terjadi di tengah ketidakpastian perekonomian nasional dan ancaman PHK akibat otomatisasi serta disrupsi teknologi.

Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) R. Agus Sartono menyatakan bahwa masalah utama pengangguran terdidik berakar pada ketidakseimbangan antara pasokan lulusan perguruan tinggi dan daya serap pasar kerja. Setiap tahun, sekitar 3,7 juta lulusan SMA, SMK, dan MA dihasilkan, namun hanya 1,9 juta yang melanjutkan ke perguruan tinggi, sementara 1,6 juta lainnya langsung memasuki pasar kerja tanpa pendidikan tinggi.

Di samping itu, pemerintah juga menghadapi berbagai tantangan ekonomi seperti pelemahan rupiah, praktik illegal mining, dan illegal business, yang semakin memperparah situasi ketenagakerjaan, terutama menjelang penyampaian Pidato Pengantar Nota Keuangan 2027 oleh presiden.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait