Saat Ijazah S1 Tak Lagi Jaminan: Cerita Sarjana Jualan Sempol hingga Jaga Toko
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fenomena overeducated, yaitu kondisi lulusan pendidikan tinggi yang bekerja di posisi di bawah kualifikasi akademiknya, semakin marak di Indonesia. Contohnya, Dwi (34), sarjana filsafat dari PTN, harus menjalani pekerjaan kasar seperti sales berpenghasilan Rp1-2 juta per bulan dan berjualan sempol setelah kehilangan pekerjaan sebagai jurnalis. Kini, ia bergantung pada pendapatan istri dan bekerja sebagai freelancer. Lia (26), lulusan sarjana komunikasi, kini bekerja di toko hijab dengan gaji maksimal Rp1,5 juta per bulan, jauh di bawah standar upah minimum, sambil menunggu seleksi CPNS. Berdasarkan riset LPEM FEB UI pada Juli 2026, sekitar 8 juta sarjana hingga doktor di Indonesia overeducated, terutama di bidang administrasi dan pelayanan, mencerminkan ketidaksesuaian antara pendidikan dan lapangan kerja.
Bagikan
Berita terkait
Sarjana Menganggur: Problem Keterampilan atau Ekosistem-Struktur Ekonomi?
kumparan · 12 Agustus 2026 pukul 10.00
1 Juta Sarjana Menganggur di Tengah Disrupsi Teknologi
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 13.00
Sinyal Bahaya Ekonomi AS: Pekerjaan Hilang, Warga Terjebak
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 10.29
Kenapa Banyak Lulusan SMK Jadi Nganggur?
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 06.52