10 Fakta Karhutla Kalimantan: Asap Nyeberang Malaysia-Relawan Dirawat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus meluas dengan 1.487 titik panas tercatat hingga 20 Agustus, terdistribusi di Kalimantan Tengah (767 titik), Kalimantan Barat (560 titik), Kalimantan Selatan (74 titik), Kalimantan Timur (74 titik), dan Kalimantan Utara (3 titik). Kabut asap dari kebakaran ini menyebar hingga ke Malaysia, dengan kualitas udara di Serian, Sarawak mencapai indeks 203 (sangat tidak sehat), sementara tujuh wilayah lainnya berada dalam kategori tidak sehat dengan indeks 144-182. Di Kotawaringin Timur (Kalimantan Tengah), petugas menghadapi kesulitan dalam memadamkan 22 titik kebakaran akibat keterbatasan sumber air, selang pemadam, dan gangguan mesin. Sejumlah relawan juga terdampak, seperti Rizky Mubarrak yang harus dirawat di rumah sakit akibat sesak napas dan kelelahan. Data lokal mencatat 3.840 titik panas sepanjang 2026 dan 1.317,15 hektare lahan terbakar hingga 18 Agustus. Karhutla juga mengancam satwa, terutama orangutan. Tim gajian melaporkan banyak ular dan seekor trenggiling mati akibat kebakaran. Orangutan mulai mendekati pusat populasi seperti Taman Nasional Sebangau dan berpindah ke area perkebunan warga. Akibat asap, sumber makanan orangutan berkurang selama enam hingga tujuh bulan, dan pemulihan satu pohon butuh minimal 15 tahun. Upaya penanggulangan meliputi operasi modifikasi cuaca dan pemadaman dari udara dengan 20 pesawat yang dikerahkan BPBD.
Bagikan
Berita terkait
PGN Perluas Jargas Sleman, Ribuan Rumah hingga Pelaku Usaha Nikmati Efisiensi
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 10.28
Pengacara Yaqut: Pembagian Kuota Haji Kesepakatan RI dan Arab Saudi
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 10.25
Anggota Komisi I soal Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara: Peremajaan Alutsista
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 10.23
FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke Argentina, AFA Siapkan Langkah Perlawanan
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 10.22