Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

10 Ribu Pesilat Ancam Kepung Markas Debt Collector-Mapolresta Surabaya

Sebanyak 10.000 pesilat dari kelompok Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berencana menggelar aksi damai di dua lokasi di Surabaya pada Jumat, 31 Juli. Aksi ini merupakan respons terhadap kasus penganiayaan dan pembacokan terhadap dua pesilat bernama Feri (25) dan Didik (28) yang bekerja sebagai petugas valet parkir di kawasan Tegalsari, oleh oknum debt collector dari Maluku 1 Rasa (M1R). Dalam surat pemberitahuan kepada Kapolrestabes Surabaya, mereka menuntut penegakan hukum dan penangkapan pelaku segera.

Kasatintelkam Polrestabes Surabaya, Kompol Awaludin Wijaya, membenarkan penerimaan surat aksi tersebut dengan estimasi massa 10.000 orang. Kepolisian berencana memediasi atau memfasilitasi audiensi untuk menyelesaikan masalah ini. Awaludin menekankan bahwa penyampaian pendapat di muka umum dilindungi hukum, namun berharap aksi berjalan damai dan kondusif.

Awaludin juga mengingatkan bahwa Surabaya adalah rumah bersama yang keamanannya harus dijaga seluruh warga. Ia menyerukan agar semua pihak menjaga kerukunan dan hidup berdampingan dengan rukun untuk menciptakan situasi aman di kota.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait