11 Mayat Mengambang di Laut Lepas Libya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebuah pesawat patroli milik LSM SOS Mediterranee dan Humanitarian Pilots Initiative menemukan 11 mayat mengambang di Laut Lepas, sekitar 57 mil laut dari pesisir Zuwarah, Libya. Mayat-mayat tersebut dalam keadaatan membusuk, dengan sebagian masih mengenakan pakaian dan yang lainnya terapung bersama ban air. LSM menyebut temuan ini sebagai 'pemandangan mengerikan' dan menilainya sebagai konsekuensi kemanusiaan dari kebijakan Eropa yang dianggap tidak peduli terhadap krisis migran. Penjaga pantai Italia dan otoritas Libya telah diberitahu terkait temuan mayat ini. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan peningkatan drastis kematian migran di Mediterania Tengah, dengan 821 orang tewas atau hilang dalam empat bulan pertama 2026, naik 111 persen dibandingkan periode yang sama di 2025. Lonjakan kematian ini terutama terjadi pada Januari akibat cuaca buruk. Meskipun demikian, jumlah migran yang mencoba menyeberangi Laut Mediterania turun 46 persen pada periode yang sama, mencapai 8.577 orang. Data Frontex juga menunjukkan penurunan 26 persen dalam total penyeberangan perbatasan tidak teratur ke Uni Eropa pada 2025, berkurang menjadi sekitar 178.000 orang.
Bagikan
Berita terkait
Dikeroyok 3 Orang, Korban Meninggal di Jakarta Utara
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 15.00
Mau Membersihkan Lahan, 2 Pria Ini Malah Menemukan Mayat di Semak Belukar
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 11.05
Pria di Bandung Barat Tewas Saat Coba Tolong Teman Terjebak di Sumur
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 10.55
Jepang Perketat Aturan Migran, Izin Tinggal Tetap Kini Makin Sulit
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 06.15