Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

11 September 2001, Jejak Teror dari Jerman

Serangan teroris 11 September 2001 menewaskan hampir 3.000 orang dengan membajak empat pesawat penumpang. Presiden Jerman Johannes Rau menyatakan dunia telah berubah di tengah runtuhnya Menara World Trade Center. Para pelaku terkemuka adalah Mohammed Atta, warga Mesir yang tinggal di Hamburg, serta Ramzi Binalshibh dari Yaman. Atta menjadi terdakwa dalam persidangan pertama dunia atas pembunuhan ribuan orang, mendapat hukuman 15 tahun penjara, kemudian dideportasi ke Maroko. Binalshibh ditahan di Guantanamo tanpa proses pengadilan sejak 2006. Kasus Murat Kurnaz menggambarkan kesalahan intelijen Jerman dalam menargetkan tersangka yang salah, dengan tekanan politik pasca-serangan. Pemerintah Jerman menyatakan solidaritas tak tertandingi dengan Amerika Serikat dan mengajukan paket keamanan pertama dalam beberapa minggu. Undang-undang anti-terorisme mulai berlaku empat bulan setelah serangan, memberikan akses data pribadi kepada badan intelijen. Metode penyisiran data tanpa konkret kecurigaan dihentikan Mahkamah Konstitusi pada 2006 karena bertentangan dengan konstitusi. Serangan juga memicu perang di Afghanistan yang berlangsung 20 tahun dengan korban jiwa pasukan internasional. Kata-kata Johannes Rau tentang dunia yang berubah tetap relevan hingga kini.

Berita terkait