Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

2 Serangan Bom Guncang Kolombia Sehari Setelah Pelantikan Presiden Baru

Abelardo de la Espriella resmi dilantik sebagai Presiden Kolombia pada Jumat di kota Cali, wilayah barat daya negara itu. Pemimpin sayap kanan garis keras ini dikenal dengan janji kampanyenya untuk memerangi 'narkoterorisme tanpa gencatan senjata' dan menghentikan perundingan damai dengan kelompok bersenjata. Namun sehari setelah pelantikan, Kolombia diguncang dua serangan bom pada Sabtu dini hari.

Serangan pertama terjadi di dekat Cali, ketika kelompok pembangkang gerilyawan FARC menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan gerbang tol. Dua petugas keamanan mengalami luka ringan. Insiden kedua dipelopori kelompok pemberontak di bawah komando Ivan Morodisco, komandan gerilyawan paling dicari di Kolombia, di sekitar gerbang tol yang sedang dibangun di jalan raya Pan-American, wilayah Santander de Quilichao. Morodisco memimpin kelompok yang memisahkan diri dari kesepakatan damai 2016 antara FARC dan pemerintah.

Di departemen Cesar, sekitar 1.000 kilometer dari Cali, seorang petugas polisi tewas ketika drone bermuatan bahan peledak menghantam kantor polisi. Pelaku belum diidentifikasi. De la Espriella mengecam serangan itu dan menyatakan 'menyerang infrastruktur negara sama dengan menyerang kemajuan'. Ia menegaskan tidak akan ada tempat persembunyian, keringanan hukuman, atau impunitas bagi pelaku. Gaya konfrontatifnya kini menghadapi tentangan keras dari kelompok gerilyawan dan penyelundup narkoba yang beroperasi di Kolombia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait