Situasi Ngeri Setelah Pelantikan Presiden Baru Kolombia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Abelardo de la Espriella secara resmi dilantik sebagai Presiden Kolombia pada Jumat di kota Cali. Ia dikenal sebagai pemimpin sayap kanan garis keras yang berkomitmen melawan 'narkoterorisme' dan menghentikan perundingan damai dengan kelompok bersenjata. Namun, hanya sehari setelah pelantikannya, negara diguncang serangan bom yang menyebabkan satu petugas polisi tewas dan beberapa orang terluka. Angkatan Darat Kolombia menyatakan kelompok pembangkang FARC yang bertanggung jawab atas serangan ini, termasuk penggunaan bahan peledak untuk menghancurkan gerbang tol dekat Cali. Dua petugas keamanan mengalami luka ringan dalam insiden tersebut. Insiden lainnya dikelola oleh kelompok pemberontak di bawah komando Ivan Morodisco, yang memisahkan diri dari kesepakatan damai tahun 2016. Di departemen Cesar, seorang petugas tewas ketika drone bermuatan bahan peledak menyerang kantor polisi. De la Espriella mengecam serangan ini dan menyatakan bahwa tidak akan ada keringanan hukuman bagi pelaku.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 19.20
Siapa Abelardo de la Espriella? Presiden Baru Kolombia yang Dijuluki Sang Harimau karena Jadi Perisai AS
Berita terkait
Serangan Bom Sehari Usai Pelantikan Presiden Kolombia Tewaskan Satu Polisi
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 13.23
2 Serangan Bom Guncang Kolombia Sehari Setelah Pelantikan Presiden Baru
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 12.25
Kantor Polisi di Kolombia Diserang Truk Isi Bom Jelang Pelantikan Presiden Baru
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 00.42
Baku Tembak dengan TNI, 3 OPM di Papua Tengah yang Hendak Kacaukan HUT RI Tewas
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 23.40