25 Tahun setelah Serangan 9/11, Amerika Serikat Terjebak dalam Perang Tanpa Akhir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

25 tahun setelah serangan 9/11, Amerika Serikat masih menghidupi trauma dan perang tanpa akhir. Tragedi pada 11 September 2001 menewaskan hampir 3.000 orang ketika 19 pembajak al-Qaeda mengambil alih empat pesawat, menabrak World Trade Center, menghantam Pentagon, dan menjatuhkan pesawat ke Pennsylvania. Ariel Jacobs, korban di Windows on the World, mencederai keluarga yang harus menghidupi kehilangan putra pertama yang lahir enam hari setelah serangan. Respons AS memicu invasi Afghanistan (20 tahun), serang Irak dengan alasan tidak valid, serta operasi intelijen yang kontroversial. Peringatan 9/11 kini menjadi titik duka dan perbedaan, menggambarkan bagaimana kekerasan awal berubah menjadi perpecahan dalam negeri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.32
AS Peringati 25 Tahun Tragedi 9/11, Tambah Momen Hening Ketujuh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.23
Peringatan 25 Tahun Tragedi 9/11: Tanpa Trump dan Sorotan Wali Kota Muslim New York
kumparan · 10 September 2026 pukul 07.11
Seperempat Abad Tragedi 9/11
Berita terkait
25 Tahun Berlalu, Teori Konspirasi Yahudi dan Israel di Balik Serangan 9/11 AS Tak Terbendung
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 10.57
Diminta Putra Mahkota Arab Saudi untuk Serang Houthi, Trump Menolak!
Detik.com · 11 September 2026 pukul 14.03
Seperempat Abad Serangan 9/11: Al-Qaeda Melemah, Tapi Belum Hilang
Detik.com · 11 September 2026 pukul 13.34
25 Tahun Setelah Serangan 9/11, Keluarga Korban Masih Menanti Keadilan
Detik.com · 11 September 2026 pukul 11.22