3 Kisah Tragis Si Penista Agama di Zaman Nabi SAW
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel dari SINDOnews membahas tiga kisah tragis para penista agama di zaman Nabi Muhammad SAW yang mengutip berbagai hadis dan tafsir ulama.
Kisah pertama mengenai seorang penulis wahyu dari Bani Najjar yang meninggalkan Islam dan bergabung dengan Ahli Kitab. Saat meninggal, bumi berulang kali memuntahkan jasadnya dari kubur hingga akhirnya jasadnya dibiarkan terbuka. Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa ini adalah hukuman atas kebohongannya karena mengaku sebagai penulis wahyu. Kisah kedua tentang Gorts bin al-Harts yang berniat membunuh Nabi SAW dengan meminjam pedangnya. Saat akan melakukan aksinya, tangannya bergetar hingga pedang terjatuh, dan Nabi bersabda bahwa Allah berada di antara pelaku kejahatan dan maksud jahatnya.
Kisah ketiga mengisahkan Abu Lahab dan putranya Utbah yang berencana menyakiti Nabi SAW saat hendak berangkat ke Syam. Artikel ini menyampaikan bahwa penistaan terhadap ayat Al Quran merupakan penistaan terhadap Allah dan ajaran Islam, serta menegaskan bahwa para penista di zaman Nabi berakhir dengan nasib tragis.
Bagikan
Berita terkait
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 18.32
7 Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Awal, dari Kelahiran hingga Wafat Nabi Muhammad SAW
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 05.15
KPID DKI Apresiasi Penanganan Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.42
9 Keberkahan Membaca Selawat Nabi, Salah Satunya Membuka 70 Kunci Rahmat Allah SWT
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 18.40