3 Raksasa Timur Tengah Bentuk 'NATO Muslim', Bakal Bertemu Bahas Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pejabat tinggi dari Turki, Arab Saudi, dan Pakistan bertemu di Istanbul untuk menyiapkan pelaksanaan 'Perjanjian Pertahanan Gabungan Mekkah' yang ditandatangani pada 7 Agustus 2026. Pakta ini mengikat ketiga negara untuk saling membantu jika salah satu diserang, mirip klausul kolektif NATO Pasal 5. Langkah ini merespons kekhawatiran akan konflik militer Iran dan ketegangan di Teluk yang membahayakan negara pengekspor minyak.
Pertemuan komite pertama ini bertujuan meningkatkan interoperabilitas militer, kolaborasi industri pertahanan, dan pengembangan alutsista bersama. Diskusi juga mencakup strategi deterrence terhadap agresi asing dan penguatan kemampuan pertahanan kolektif di kawasan Timur Tengah.
Ketiga negara memiliki kepentungan yang sama terhadap stabilitas energi global dan kekhawatiran terhadap manuver militer Israel serta pengaruh revolusioner Syiah Iran. Meski blok ini terbuka untuk perluasan, termasuk keanggotaan Mesir, pihak berjanji tidak akan menggantikan aliansi militer yang sudah ada seperti NATO atau kerja sama dengan AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 06.00
Mojtaba Khamenei Serukan Negara Muslim Bersatu Melawan AS dan Israel
Berita terkait
Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Bentuk Aliansi ala NATO, Bisa Terseret dalam Perang Iran?
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 11.02
Mojtaba Khamenei Beri Pesan ke Negara Muslim: AS-Israel Musuh Islam
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 20.30
AS Peringatkan Israel Jangan Coba-Coba Serang Iran
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 23.09
Tak Hanya Militer, Iran Mulai Berani Ancam Ekonomi AS
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 23.08