Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tak Hanya Militer, Iran Mulai Berani Ancam Ekonomi AS

Iran mengancam akan menargetkan kepentingan ekonomi Amerika Serikat secara luas jika blokade maritim AS terus berlanjut. Sekretaris Dewan Keamasan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan ancaman ini di tengah ketegangan terkait akses maritim dan ekspor minyak Iran. Rezaei menyatakan Teheran siap meningkatkan tekanan dengan intensitas dan kekuatan jika blokade tidak dihentikan. Menurutnya, Iran telah berhasil mengekspor sekitar 70 hingga 80 juta barel minyak per hari meski menghadapi kendala maritim. Rezaei juga mengklaim penjualan minyak Iran telah kembali ke tingkat sebelum sanksi, didukung dengan pembukaan jalur ekspor baru.

Ketegangan ini erat kaitatannya dengan status Selat Hormuz, jalur strategis yang belum akan dibuka sepenuhnya hingga AS memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman 14 poin yang ditandatangani pada Juni 2026. Nota kesepahaman tersebut mencakup penghentian permusuahan, pembukaan Selat Hormuz, dan pencabutan blokade laut AS. Namun, Iran menilai AS belum memenuhi sejumlah ketentuan penting dalam perjanjian tersebut.

Di sisi lain, Rezaei juga menyinggung isu keamanan di Lebanon, menegaskan bahwa wilayah tersebut adalah 'garis merah' bagi Iran. Ia memperingatkan bahwa tidak ada pihak berhak untuk bergerak ke wilayah tersebut dan menyatakan bahwa Israel akhirnya akan dipaksa menarik diri dari wilayah yang diduduki di Lebanon. Pernyataan ini menunjukkan bahwa keterangan Iran tidak hanya terpusat pada isu ekonomi, tetapi juga mencakup dinamika keamanan di Timur Tengah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait