30 Agustus-1 September Potensi Hujan di Riau, Maksimalkan Pemadaman Karhutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memaksimalkan potensi awan hujan di Provinsi Riau dari 30 Agustus hingga 1 September 2026 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah ini dilakukan setelah ia meninjau langsung lapangan di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Menurutnya, Riau masih memiliki peluang baik untuk pembentukan awan hujan, berbeda dengan wilayah seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat yang menghadapi tantangan lebih besar. Informasi mengenai potensi awan hujan disampaikan oleh Kepala BMKG Pekanbaru, Warjono, dalam rapat koordinasi terkait. Raja Juli telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB dan BMKG untuk memastikan seluruh potensi hujan dimanfaatkan secara optimal dalam pelaksanaan OMC. Ia menekankan bahwa curah hujan merupakan faktor paling efektif dalam memadamkan Karhutla, sementara water bombing dan pasukan darat merupakan pendekatan alternatif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 08.55
Masih Ada Hotspot Karhutla di 6 Provinsi, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca
VOI · 30 Agustus 2026 pukul 12.40
108,28 Hektare Lahan Terbakar di Empat Wilayah dalam 2 Hari
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 10.39
Polisi Tetapkan 89 Tersangka Perorangan di Kasus Karhutla
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 09.40
Heboh Langit Pontianak Menguning Pekat, BMKG Akhirnya Buka Suara
Berita terkait
3 Provinsi Dikepung Karhutla Diguyur Hujan, BNPB Klaim Hasil OMC
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 01.30
Hujan Hasil OMC Tekan Hotspot Karhutla di Riau, Lanud RSN Lebih Gencar Menyemai Garam
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 17.30
Malaysia Apresiasi Respons Cepat Indonesia Tangani Karhutla
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 21.30
BMKG Sebut Angin Picu Asap Karhutla Kalimantan Sampai ke Negara Tetangga
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.24