4 Alasan Islandia Tolak Gabung Uni Eropa, Tak Mau Jadi Budak dan Melindungi Rakyat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Islandia menolak dengan suara 52,8% melanjutkan negosiasi aksesi keanggotaan Uni Eropa, menutup kemungkinan menjadi anggota penuh. Keputusan ini didasari empat alasan utama, termasuk perlindungan industri perikanan yang menyumbang sekitar 8% dari PDB dan hampir 40% ekspor nasional. Sebagai negara kepulajian dengan ZEE luas di Atlantik Utara, Islandia khawatir kebijakan perikanan bersama UE (CFP) akan membatasi hak penangkapan ikan yang telah diperebutkan melalui 'Cod Wars' dengan Inggris pada 1958-1976. Referendum ini dipengaruhi oleh isu geopolitik seperti perang di Ukraina dan ancaman Donald Trump terhadap Greenland, namun faktor ekonomi lokal justru dominan. Pemerintah berjanji akan meminta 'wewenang penuh' dari Brussels, sementara Komisi Eropa siap menjelajahi solusi kreatif. Namun, 90% perusahaan perikanan Islandia menolak keanggotaan, menunjukkan kekhawatirannya terhadap keterikatan pada aturan eksternal.
Bagikan
Berita terkait
Bakal Ada Negara Baru Dekat RI, Mau Merdeka pada 2030
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 19.15
Harga Minyak Mentah WTI Berpotensi Naik ke USD 90 per Barel, Ini Pemicunya
JawaPos · 30 Agustus 2026 pukul 16.15
Usai Rebound Kuat, Harga Emas Kembali Fluktuatif Jelang Keputusan The Fed
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 15.30
Nama Keju Bikin Negosiasi Perdagangan AS-Meksiko Terhambat
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 07.05