4 Fakta Virus Langka Bourbon Terdeteksi di New York, Belum Ada Obatnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kasus pertama virus Bourbon yang langka dikonfirmasi di New York, mendorong para peneliti untuk menyerukan perluasan pengawasan. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 2014 di Kansas dan ditularkan melalui kutu bintang tunggal. Tidak ada vaksin atau obat untuk mencegah atau mengobati penyakit ini. Gejalanya meliputi demam, kelelahan, ruam, sakit kepala, nyeri tubuh, mual, dan muntah. Hanya enam kasus pada manusia yang dilaporkan sejak virus ini ditemukan, dengan pasien pertama di Kansas pada tahun 2014 meninggal.
Sebuah studi dari Stonybrook Medicine menunjukkan bahwa virus Bourbon mungkin menjadi lebih umum pada musim panas, yang dapat mempersulit diagnosis. Para peneliti menganalisis sampel darah dari 107 pasien yang mengalami gigitan kutu di Suffolk County antara tahun 2019 hingga 2024, dan menemukan dua pasien memiliki antibodi terhadap virus Bourbon. Salah satu pasien, pria berusia 67 tahun dari Long Island, mengalami gejala parah dan awalnya diobati untuk penyakit Lyme, tetapi akhirnya sembuh total.
New York memiliki populasi kutu bintang tunggal yang tinggi, dan gejala virus Bourbon serupa dengan penyakit lain yang ditularkan melalui kutu, sehingga diagnosis menjadi sulit. Para ahli memperingatkan bahwa infeksi ini mungkin lebih luas daripada yang diketahui saat ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 21.30
Geger Muncul Virus Langka yang Belum Punya Obatnya, Picu Kekhawatiran
Berita terkait
Wabah Ebola Kini paling Mematikan di Kongo, Korban Jiwa Lampaui 2.300
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 20.18
Momen Kemerdekaan RI, dr Gia Ingatkan Bahaya Hipertensi yang Mengintai Anak Muda
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 20.12
Tewaskan 2.325 Orang, Ebola di Kongo Catat Kematian Tertinggi dalam Sejarah
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.02
Hakim Selalu dalam Ingatan, Guru dan Nakes Lagi-lagi Terlupakan
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 19.00