5 Alasan Trump Batalkan Serangan Terbesar ke Iran, dari Ancaman Iran hingga Ketakutan Saudi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terbesar ke Iran pada Sabtu malam, dengan alasan adanya kemajuan dalam pembicaraan diplomatik. Keputusan ini diambil setelah Pangeran Mohammed bin Salman dari Arab Saudi menelepon Trump dan menyampaikan kekhawatiran atas potensi eskalasi serangan terhadap Iran.
Ada beberapa faktor yang mendasari pembatalan serangan tersebut. Pertama, negara-negara Teluk khawatir akan menjadi korban terbesar jika konflik dengan Iran berlanjut, karena Iran diperkirakan akan melakukan serangan balasan terhadap negara-negara di kawasan tersebut. Kedua, analis mencatat tekanan ekonomi akibat perang akan memperburuk kondisi ekonomi negara-negara sekutu AS di kawasan itu, termasuk Iran sendiri. Ketiga, persediaan rudal pencegat AS, termasuk sistem Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), dilaporkan semakin menipis akibat konflik yang sudah berlangsung lebih dari lima bulan.
Trump menekankan bahwa penundaan serangan bergantung pada kemampuan untuk segera mencapai kesepakatan. Namun, beberapa analis meragukan apakah AS memiliki strategi militer yang benar-benar unggul dalam konflik ini.
Bagikan
Berita terkait
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Dinilai 'Babak Belur' Perang Lawan Iran
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 07.34
Seruan Iran Agar AS Terima Kenyataan Kalah Perang
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.48
Trump Sebut Selat Hormuz Bakal Jadi Milik AS, Iran: Itu Kebohongan
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 20.00
Trump disebut "bercanda" soal deklarasi Selat Hormuz jadi wilayah AS
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 15.24