5 Alasan Trump Batalkan Serangan Terbesar ke Iran, dari Ancaman Iran hingga Ketakutan Saudi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terbesar ke Iran pada Sabtu malam, dengan alasan adanya kemajuan dalam pembicaraan diplomatik. Keputusan ini diambil setelah Pangeran Mohammed bin Salman dari Arab Saudi menelepon Trump dan menyampaikan kekhawatiran atas potensi eskalasi serangan terhadap Iran.
Ada beberapa faktor yang mendasari pembatalan serangan tersebut. Pertama, negara-negara Teluk khawatir akan menjadi korban terbesar jika konflik dengan Iran berlanjut, karena Iran diperkirakan akan melakukan serangan balasan terhadap negara-negara di kawasan tersebut. Kedua, analis mencatat tekanan ekonomi akibat perang akan memperburuk kondisi ekonomi negara-negara sekutu AS di kawasan itu, termasuk Iran sendiri. Ketiga, persediaan rudal pencegat AS, termasuk sistem Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), dilaporkan semakin menipis akibat konflik yang sudah berlangsung lebih dari lima bulan.
Trump menekankan bahwa penundaan serangan bergantung pada kemampuan untuk segera mencapai kesepakatan. Namun, beberapa analis meragukan apakah AS memiliki strategi militer yang benar-benar unggul dalam konflik ini.
Bagikan
Berita terkait
AS Sesumbar Delegasi Iran Tak Bisa Pulang dari PBB, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 19.10
Ogah Lucuti, Korut Bakal Pertahankan Senjata Nuklir Selamanya
Detik.com · 25 September 2026 pukul 15.12
Presiden Iran Buka Suara Kapan Perang dengan AS Berakhir
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.21
Langka, Grand Mufti Minta Tentara Arab Saudi Siap Korbankan Nyawa untuk Melawan Houthi
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 10.18