Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Presiden Iran Buka Suara Kapan Perang dengan AS Berakhir

Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuka suara soal akhir konflik militer dengan Amerika Serikat (AS) dalam wawancara eksklusif ke Fox News di tengah Sidang Umum PBB ke-81. Menurutnya, Iran tidak bersedia melanjutkan perang dan meletakkan keputusan penuh di tangan AS untuk memilih mengakhiri konflik. Ia menyalahkan dorongan Israel atas eskalasi, sekaligus menegaskan kesiapan Teheran mencapai kesepakatan damai dengan Presiden AS Donald Trump. Namun, Pezeshkian mengkritik kebijakan AS yang mengingkari perdamaian, termasuk gagalnya gencatan senjata sebelumnya yang hanya bertahan dua minggu setelah ditandatangani. Ia menyatakan bahwa jika pemerintah AS mau berunding dalam kerangka hukum internasional, Iran siap berunding, tak peduli sebelum atau setelah pemilihan presiden AS. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan utusan khusus Trump Steve Witkoff dan Jared Kushner, meski pertemuan tersebut belum menghasilkan kemajuan signifikan. Pezeshkian juga membantah klaim bahwa Iran mengendalikan gerakan Houthi di Yaman, menyatakan bahwa kelompok tersebut bertanggung jawab atas tindakannya sendiri dan tidak tunduk pada arahan langsung dari Teheran. Ia menegaskan ada kontak terbatas dengan Houthi, namun tidak ada hubungan sistematis. Konflik ini semakin panas setelah Houthi berhasil menyerang wilayah Saudi termasuk Mekah, sementara blokade laut yang dilakukan kelompok tersebut mengganggu ekspor minyak Saudi dan mendorong lonjakan harga energi global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait