5 Efek Abu Vulkanik pada Kulit dan Cara Tepat Menanganinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Paparan abu vulkanik tidak hanya memengaruhi saluran napas, tetapi juga berisiko menimbulkan masalah kulit. Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Arini Astasari Widodo, partikel abu yang bersifat abrasif dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, gatal, hingga kemerahan akibat dermatitis iritan. Gesekan langsung terhadap abu vulkanik yang masih kering justru akan memperparah iritasi dan melukai lapisan kulit luar. Orang dengan kondisi seperti dermatitis atopik, rosacea, atau skin barrier yang lemah lebih rentan mengalami efek buruk yang berat.
Langkah yang tepat setelah terpapar adalah segera mencuci kulit dengan air mengalir agar partikel abu terangkat secara alami tanpa perlu digosok. Sebaiknya gunakan pembersih lembut dan air suam-suam kuku, hindari scrub atauSPON kasar. Setelah mencuci, keringkan kulit dengan cara ditepuk lembut menggunakan handuk, lalu aplikasikan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit.
Meskipun paparan singkat biasanya tidak menyebabkan komplikasi serius pada kulit normal, penanganan cepat dan benar sangat penting untuk mencegah iritasi berlanjut. Fasilitas kesehatan juga disiapkan untuk menangani lonjakan pasien akibat bencana vulkanik.
Bagikan
Berita terkait
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Wali Kota Sebut Bekasi masih Aman
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.35
Komisi IX Ingatkan Penjual Masker Tak Naikkan Harga Imbas Abu Anak Krakatau
kumparan · 7 September 2026 pukul 14.21
Tangani Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Upayakan Operasi Modifikasi Cuaca
JawaPos · 7 September 2026 pukul 14.15
Empat Layanan Penerbangan Sudah Beralih ke Kertajati Imbas Erupsi Anak Krakatau
kumparan · 7 September 2026 pukul 14.14