Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

5 Efek Abu Vulkanik pada Kulit dan Cara Tepat Menanganinya

Paparan abu vulkanik tidak hanya memengaruhi saluran napas, tetapi juga berisiko menimbulkan masalah kulit. Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Arini Astasari Widodo, partikel abu yang bersifat abrasif dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, gatal, hingga kemerahan akibat dermatitis iritan. Gesekan langsung terhadap abu vulkanik yang masih kering justru akan memperparah iritasi dan melukai lapisan kulit luar. Orang dengan kondisi seperti dermatitis atopik, rosacea, atau skin barrier yang lemah lebih rentan mengalami efek buruk yang berat.

Langkah yang tepat setelah terpapar adalah segera mencuci kulit dengan air mengalir agar partikel abu terangkat secara alami tanpa perlu digosok. Sebaiknya gunakan pembersih lembut dan air suam-suam kuku, hindari scrub atauSPON kasar. Setelah mencuci, keringkan kulit dengan cara ditepuk lembut menggunakan handuk, lalu aplikasikan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit.

Meskipun paparan singkat biasanya tidak menyebabkan komplikasi serius pada kulit normal, penanganan cepat dan benar sangat penting untuk mencegah iritasi berlanjut. Fasilitas kesehatan juga disiapkan untuk menangani lonjakan pasien akibat bencana vulkanik.

Berita terkait