5 Fakta Kanal Pinglu, Gerbang Baru China Menuju Asia Tenggara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China resmi membuka kanal modern pertama yang menghubungkan sungai ke laut, yaitu Kanal Pinglu di Guangxi. Kanal sepanjang 134 km ini menghubungkan Sungai Xijiang dengan Teluk Beibu, memberikan jalur air yang lebih pendek menuju Laut China Selatan dan pasar Asia Tenggara. Proyek ini merupakan bagian dari Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional dalam rangkaian Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative) yang dipimpin Presiden Xi Jinping.
Kanal Pinglu diproyeksikan dapat memangkas jarak pelayaran sejauh 560 km dan mengurangi biaya logistik hingga 30 persen untuk wilayah pedalaman Tiongkok barat daya seperti Yunnan dan Guizhou. Menurut Zhang Zhiwen, biaya transportasi saja diperkirakan berkurang lebih dari 5 miliar yuan (sekitar 700 juta dolar AS) per tahun. Proyek yang menampung kapal 5.000 ton ini memiliki total biaya sekitar 72,7 miliar yuan (10,8 miliar dolar AS).
Manfaatnya bukan hanya bagi Guangxi, tetapi juga wilayah yang terhubung melalui jaringan perdagangan yang meluas ke Chongqing, Chengdu, Guizhou, dan Yunnan. Barang-barang dari kawasan ini dapat langsung dikirim ke pelabuhan Teluk Beibu dan kemudian diekspor ke pasar global, sekaligus memperkuat konektivitas maritim China ke Asia Tenggara.
Bagikan
Berita terkait
Pihak China 'Ogah' Diajak Pihak AS Kurangi Pengembangan AI
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 23.19
Trump Kian Kalap "Gunduli" Ekonomi Iran, China Siap Jadi Juru Selamat?
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 22.00
Lebih Lunak ke Xi Jinping, Trump Izinkan Produsen China Bangun Pabrik Mobil di AS
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 19.20
Ogah Kalah dari Vietnam, Ini Strategi RI Tarik Duit Investor Teknologi
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 17.25